Sabtu, 17 Desember 2011

cinta yg tak berestu

Jujur tak ada sesal dalam hati ini
aku begitu bahagia pernah mengenalmu, memilikimu walaupun sementara
mungkin ini jalan yang terbaik bagi mu
aku ikhlas dgn semua keputusan ku

yang aku ingin hanya melihat mu tersenyum bahagia
dalam hati ini hanya satu nama mu
seperti yang kau bilang aku bagian hidupmu
dan kau bagian hidupku

mungkin ini semua takdir ataupun cobaan untuk kita
ku harap tak ada pertemuan lagi diantara kita
yang ku ingin lupakan aku
anggp aku mati

semua demi KAU yang aku cinta

Kamis, 01 Desember 2011

kata dari dalam hati

Disini ada rembulan sedang menangis
Kemuning jatuh menimpa pasir putih
Sedih kusambut malam
sepedih kidung kinanti
Meloloskan diri dari kepungan sepi
Terjerat pada tikaman dusta
Menderu lukaku tiada tertahankan lagi

sedih

Tak mungkin bisa ku taklukkan megahnya malam.
Dari dahulu pagi akan berakhir dengan malam.
Tak mungkin ku pungkiri hasrat di jiwa ku.
Bahwasannya aku lagi menghampa.
Setelah berjuta asa ku padamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini.

sedih

Tak mungkin bisa ku taklukkan megahnya malam.
Dari dahulu pagi akan berakhir dengan malam.
Tak mungkin ku pungkiri hasrat di jiwa ku.
Bahwasannya aku lagi menghampa.
Setelah berjuta asa ku padamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini.

Hyun Bin – That Man

han namjaga geudaereul saranghamnida geu namjaneun yeolsimhi saranghamnida
maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo
eolmana eolmana deo neoreul ireoke baraman bomyeo honja
i baramgateun sarang i geojigateun sarang gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
jogeumman gakkai wa jogeumman hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo geu namjan umnida
geu namjaneun seonggyeogi sosimhamnida geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun geu namjaui maeumeun sangcheotuseongi
geuraeseo geu namjaneun geudael neol sarang haetdeyo ttokgataseo
tto hanagateun babo tto hanagateun babo hanbeon nareul anajugo gamyeon andoeyo
nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo maeil sogeuroman gaseum sogeuroman sorireul jireumyeo
geu namjaneun oneuldo geu yeope itdeyo
geu namjaga naraneun geol anayo almyeonseodo ireoneun geon anijyo
moreulkkeoya geudaen babonikka
eolmana eolmana deo neoreul ireoke baraman bomyeo honja
i babogateun sarang i geojigateun sarang gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni
jogeumman gakkai wa jogeumman hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo geu namjan umnida
-------------------------------------------------------

Kim Bum Soo – 나타나 (Appear)

ae nae nunape natana
wae nega jakku natana
du nuneul gamgo nuumyeon
wae ni eolguri tteoolla
byeol il anindeut hadaga
gaseumi naeryeo antdaga
seuchineun iringe aniraneungeol
geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
sarangingabwa
nae moseubi bujokhadago neukkin jeok eobseosseo
haru kkeutjaragi aswiun jeokdo eobseosseo
geunde mallya jom isanghae mwonga
bin teumi saenggyeobeoryeonnabwa
nigawaya chaewojineun teumi isanghae
sarmeun da saraya aneungeonji
ajik ireol mami namgin haesseonneunji
sesang gajang na swipge bwatdeon
sarangttaeme tto eojireowo
wae nae nunape natana
wae nega jakku natana
du nuneul gamgo nuumyeon
wae ni eolguri tteoolla
byeol il anindeut hadaga
gaseumi naeryeo antdaga
seuchineun iringe aniraneungeol
geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
sarangingabwa
sarangiya sarangiya
geuri nollalgeon aniljirado
geuge neoraneungeon mitgi himdeungeol
koape neoreul dugoseodo
mollatdeon naega deo isanghae
wae nae nunape natana
wae nega jakku natana
du nuneul gamgo nuumyeon
wae ni eolguri tteoolla
byeol il anindeut hadaga
gaseumi naeryeo antdaga
seuchineun iringe aniraneungeol
geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
sarangingabwa
ireollyeogo niga naegyeote ongeongabwa

Yoon Sang Hyun – 바라본다

amu maldo pillyochi antago
meomchun sigyecheoreom yeogi seo itdago
eotteon apeumdo nae nun hana garil su eobseoseo
nae mamsogen neul neoman sandago
jjarbeun hansungando byeonhanjeok eopdago
eotteon mannamdo gaseumi da milchyeonae beoryeoseo
doraonda geu yaksok hanado eobsi
yongkedo ireoke neol gidarina bwa
barabonda neo tteonan jariman
barabonda neon ol ri eobtjiman
na geuraeyaman jichyeo jamdeul sarange
neol jiwonael saenggakjocha gamhi jamsido mot hanikka
muneul yeolmyeon isseul geot gatdago
eolpit balsorido deullin geot gatdago
jamdeun huedo bamsaedorok myeot beoneul kkaeyeoseo
nunmul eobsi deo amureon ildo motal
bigeophan haruga ttodasi balgado
barabonda neo tteonan jariman
barabonda neon ol ri eobtjiman
na geuraeyaman jichyeo jamdeul sarange
neol jiwonael saenggakjocha gamhi jamsido mot hanikka
gaseum ta beorigo ipsul gallajyeodo
chamji motaeseo neol ttodasi
bulleobonda sseurarin ireumman
chueogedo beil geol aljiman
na geuraeyaman jidokhido apaseo
neol ssiseonael saenggakjocha gamhi mot hage
neowaui jjarbeun sarangdo gwabunhaetdeon geol
al su eobseoseo arado moreun cheok nunmulman
---------------------------------------------------

Baek Ji Young – 그여자 (That Woman)

han yeojaga geudaereul saranghamnida
geu yeojaneun yeolsimhi saranghamnida
maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
geu yeojaneun useumyeo ulgo isseoyo
eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i baram gateun sarang i geoji gateun sarang
gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni
jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
geu yeojan umnida
geu yeojaneun seonggyeogi sosimhamnida
geuraeseo utneun beobeul baewotdamnida
chinhan chinguegedo motaneun yaegiga manheun
geu yeojaui maeumeun nunmultuseongi
geuraeseo geu yeojaneun geudael
neol sarang haetdaeyo ttokgataseo
tto hanagateun babo tto hanagateun babo
hanbeon nareul anajugo gamyeon an dwaeyo
nan sarangbatgo sipeo geudaeyeo
maeil sogeuroman gaseum sogeuroman
sorireul jireumyeo geu yeojaneun oneuldo
geu yeope itdaeyo
geu yeojaga naraneun geon anayo
almyeonseodo ireoneun geon anijyo
moreul geoya geudaen babonikka
eolmana eolmana deo neoreul
ireoke baraman bomyeo honja
i babo gateun sarang i geoji gateun sarang
gyesokhaeya nega nareul sarang hagenni
jogeumman gakkai wa jogeumman
hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
geu yeojan umnida

10 penyakit mental

1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu
Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

seperti bintang

andai saja engkau tahu
resahku karenamu
andai aku di benakmu
alangkah indahnya dunia
bila ada satu nama ku rindu
selalu sebutkan dirimu
Reff :
seperti bintang indah matamu
andaikan sinarnya untuk aku
seperti ombak debar jantungku
menanti jawabanmu
pernah aku dengar darimu
engkau kini sendiri
namun adakah kau dengarkan aku
yang benar inginkan kamu
mungkin aku terlalu
berharap yang tak tentu
adakah aku

Rindu - Agnes Monic

selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu
peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh